Kamis, 30 Desember 2010

Kepompong

Dulu kita sahabat
dengan begitu hangat
mengalahkan sinar mentari


Dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu

Kini kita berjalan berjauh-jauhan
kau jauhi diriku karena sesuatu
mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
namun itu karena ku sayang


Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
na na na na na..
 
Semua yang berlalu
Biarkanlah berlalu
Seperti hangatnya mentari

 
Siang berganti malam
Sembunyikan sinarnya
Hingga dia bersinar lagi

Untuk Seorang Sahabat

30 Desember 2010 - Aghla
Kau merpati putih..
Membawa berita kesucian..
Tentang negeri berbukit salju..
Air syurgawi yang bening..
Mengalir dalam matamu..
Pelepas dahaga musafir..
Yang haus dalam cita-cita..
Menuju negeri di seberang sana..
Akulah yang terlunta-lunta..
dalam nestapa..
berteduh dalam tatap sorot matamu...
kau sahabatku....

Selasa, 28 Desember 2010

Cerpen Sahabat Sejati



"Van,cepetan berangkat gih ! udah siang lo,nanti kalo telat gimana ?" omel Bunda."Iya Bun,tapi udah siang begini Dilla belum dateng juga,ditelpon mailbox,mana Ayah udah berangkat juga,tar aku yang anter siapa dong ? " Vanya ikutan ngomel . . hingga tiba tiba . . ." TIN TIN " . . . Nah itu si Dilla dateng pake mobil warna silver kesayangannya . . .Dilla sahabat Vanya dari kecil yang selalu setia menemani Vanya kapanpun Vanya mau,karena Dilla sendiri juga butuh seseorang yang bisa perhatiin dia . . ." Gila Lu,lama banget kemana aja sich ? Ditelpon juga ga diangkat ! Bikin orang esmosi aja dech . . . " Vanya langsung memberondong Dilla dengan ungkapan kekesalannya." Emosi bu' . . . bukan esmosi . . . "" Udah ah ga penting, buruan berangkat . . . " ucap Vanya sambil nyelonong masuk mobil Dilla." Bun, Vanya ma Dilla berangkat dulu ya . . . Assalamualaikum . . " pamit Vanya dari dalam mobil." Wa'alaikumsalam . ." jawab Bunda.Mobil silver itu pun melesat meninggalkan halaman rumah Vanya." Eh sorry ya gue telat jemput Lo! " Dilla ngucapin permohonan maafnya.“ Alah nggak pa pa kok,tapi gue cuma mau nanya, kenapa sih Lo kok akhir akhir ini sering banget telat jemput gue ? “ Vanya mulai berani nanya semua keganjalan yang sering diperlihatkan Dilla.“ Nggak tau tadi tiba-tiba aja kepala gue sakitnya kumat pas gue denger Mama ma Papa berantem,terus gue coba buat panggil mereka,terus mereka ga malah berenti tapi malah ga sengaja banting BB Gue yang Gue taro di meja makan,jadi BB gue ancur berantakan,yah otomatis ga bisa nerima telepon dari Lo,” jelas Dilla panjang lebar.“ Bonyok Lo berantem lagi? di depan Lo ? ? “ tanya Vanya dengan sangat hati-hati . .“ Yah gitu deh . . tiap hari musti makan ati terus,tiap hari musti nangis mulu,kenapa ya ortu gue ga pernah bisa damai ?? Bagai tak ada hari tanpa berantem . . “Dilla menjawab pertanyaan Vanya dengan mata yang mulai memerah.Vanya mulai sadar ada yang salah dengan situasi saat ini. Ia merasa ada yang salah dengan apa yang saat ini mereka lakukan sampai . . . .“ Dil, Lo salah jalan ya ? Ini kan bukan jalan ke scul kita,” Vanya menyadari kalo jalan yang mereka lewati bukanlah jalan menuju sekolah.“ Emangnya siapa juga yang mau pergi ke sekolah? Udah deh sekali sekali blos kan nggak pa pa .Gue mau ngajak Lo ke tempat yang mungkin Lo belum pernah kesana, gue mau nunjukin ke Lo tentang sesuatu yang menyangkut hidup dan mati gue . . ““ Maksud Lo apaan ? Udah deh nggak usah becanda,bilang aja kalo Lo mau ke mal, gue tau kok . . . Shoppaholic Lo lagi kambuh . . “ Jawab Vanya mencoba mengalihkan keadaan. Karena Vanya tau kalo Dilla udah berkata hidup dan mati pasti serius banget.“ Nggak gue nggak becanda, gue serius . . . “ Dilla langsung menjawab dengan tatapan mata benar benar serius dan nggak ada unsur becanda . . .Begitu mendengar ucapan Dilla,Vanya langsung diam seketika . . . Dia udah nggak punya nyali lagi buat nanggepin Dilla yang benar benar serius dengan perkataannya.Hanya sunyi yang mengiringi perjalanan mereka sampai tempat tujuan. Hingga sekarang keduanya telah sampai dan keluar dari mobil .“ Ayo sini Van , ikut Gue!” ajak Dilla sambil menarik tangan Vanya.Ternyata Dilla mengajak Vanya ke sebuah pantai nan indah yang keliatannya belum pernah terjamah.“ Ke pantai ? Mau ngapain ?” batin Vanya.“ Kita ngapain sih kesini ?”“ Udah dech diem aja. . . Yach ketinggalan, Lo tunggu gue di deket karang itu ya,ada barang gue yang ketinggalan di mobil. .” Ujar Dilla sambil membalik badan dan kembali ke mobil.Sementara Vanya hanya mengikuti perintah Dilla untuk menuju ke sebuah batu karang di tepi pantai tersebut. Tak lama Dilla pun datang . . .“ Lo mau ngapain sih Dil ? Tu juga kertas apaan ?““ Duduk dech ! Baiknya Gue cerita dari mana ya ?”“ Terserah dech,yang penting cepetan di mulai,”“ Van,Lo tau kan akhir akhir ini kepala Gue sering sakit dan sering banget kadang bikin Gue hampir pingsan.” Dilla memulai ceritanya . . .“ Terus ????”“ Beberapa hari yang lalu Gue periksa ke dokter karna gue udah ga tahan,terus saat itu juga dokter nyuruh gue buat rontgen daerah kepala,dan kemarin Gue ambil hasil rontgennya…”“ Hasilnya ???”Bukannya malah ngejawab, Dilla malah langsung memeluk Vanya sambil menangis di pundak Vanya. Vanya bingung apa maksud sahabatnya bersikap seperti itu. Tanpa ragu ragu lagi Vanya langsung merebut kertas yang dibawa Dilla dan langsung membacanya..Dalam surat keterangan itu mendiagnosis dengan seterang terangnya kalau “ Saudari Nadilla Anindya Sari positif mengidap penyakit kanker otak stadium akhir ”. Vanya berkaca kaca membaca surat keterangan itu.“ Dil, Lo bohong kan ?” ucap Vanya dengan menitikkan air mata.“ Lo bisa liat sendiri kan Van,itu semua bukan rekayasa,hidup Gue bentar lagi berakhir,bentar lagi Gue akan ninggalin Lo buat selama lamanya. Harapan hidup Gue udah kecil banget. Van Gue harap Lo bisa buat Gue bahagia di penghujung hidup Gue ini . Lo janji kan Van ??”“ Nggak,Lo nggak boleh bilang gitu Dil,kita nggak boleh pisah, nggak boleh . . .”ucap Vanya dengan memeluk Dilla semakin erat.“ Udah dech nggak usah nangis, biarin aja semuanya terjadi,biarin aja mati gara gara penyakit ini Van !” ucap Dilla sambil mengusap air mata yang mengalir deras di pipi Vanya.“ Hus ! ! Lo ngomong apaan sih Dil? Nggak baek ngomong kayak gitu . . .”“ Semuanya percuma,percuma ,nggak ada gunanya lagi,percuma semua yang gue lakuin nggak pernah berarti,orang tua gue aja udah nggak mau ambil pusing sama apa yang gue kerjain . . .” ucap Dilla sambil maanya tetap menerawang jauh pada gulungan ombak ditempat itu.“ Udahlah berhenti ngomong yang enggak-enggak ! Lebih baik kita pulang aja, gue nggak mau ngeliat ini semua lagi,karena kita berdua nggak akan pernah berpisah Lo tau itu kan ?” sahut Vanya sambil beranjak dari tempat duduknya tadi. “ Tapi Van, setiap ada pertemuan disitu juga pasti ada perpisahan . . . .” “ Nah yang itu kan semboyan Lo, bukan gue !” ucap Vanya sambil berlari pergi meninggalkan Dilla. Seketika Dilla terdiam mendengar semua ucapan Vanya, dan dengan cepat ia berdiri dan langsung mengejar Vanya yang ternyata telah berada di dalam mobil Dilla.“ Lo mau kemana ?” tanya Dilla begitu melihat Vanya sudah memegang stir mobil Dilla dan telah menyalakan mesin mobil. “ Gue mau pulang,gue udah nggak tahan ngedenger semua ocehan Lo yang nggak berguna itu,”jawab Vanya dengan muka yang memerah. “ Tunggu dong Van! Lo jangan marah gitu !” Ucap Dilla sambil mengetok ngetok kaca mobilnya. Dan tiba tiba Dilla merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya . . . “ Dill, Lo kenapa ??” Seketika itu juga Vanya langsung turun dan menopang tubuh Dilla yang sekarang udah pingsan . . . “ Dilla bangun Dill ! Bangun !” “ Ya Tuhan, Dilla kenapa ?? Toloong . . . tolooong . . .” Vanya yang panik hanya bisa berteriak minta tolong dan tanpa ia sadari di tempat itu sama sekali tak ada orang. Setelah ia sadar bila ditempat itu tak ada orang sama sekali, Vanya segera menuntun tubuh Dilla yang lemah tak berdaya menahan sakit menuju ke dalam mobil. Setelah itu Vanya langsung tancap gas dan membawa Dilla ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit . . . “ Dill,please,jangan tinggalin gue . . . gue nggak bisa hidup tanpa Lo . . !” ucap Vanya sambil menatap tubuh Dilla yang terbujur di kereta dorong rumah sakit dan masukUGD . Dan dengan segera Vanya mengambil hape-nya dan langsung menelepon mamanya Dilla “ Halo, Tante Vina!”“ Iya Vanya ada apa ?”“ Tan Dilla masuk rumah sakit ! Sekarang Tante segera kesini ya, sama Om sekalian . Dilla ada di UGD RS Bakti Jaya . . cepetan ya Tan nggak pakai lama ! keadaan Dilla udah kritis . . .”“ Tut . . tut . . tut” . . . telepon sudah ditutup Vanya sebelum Tante Vina bicara apa apa. Vanya hanya bisa menunduk sambil memanjatkan doa untuk Dilla,dan kemudian ia berjalan menuju mushola untuk berwudu dan sholat. Setelah itu ia kembali ke UGD untuk melihat keadaan Dilla lagi. Dan setelah sampai ia melihat Tante Vina dan Om Indra yang masih saja sempat berantem disaat yang tak semestinya. “ STOP!!! Berhenti Vanya bilang ! Tante sama Om ini ya kayak anak kecil aja, kerjaannya cuma berantem aja !” tiba-tiba Vanya dengan beraninya membentak ortu sobatnya itu. “ Vanya, Dilla kenapa Van? Kenapa Dilla bisa sampai masuk rumah sakit sih Van?” tanya Om Indra yang sengaja mengalihkan pembicaraan. Tanpa berkata apa-apa Vanya segera menyodorkan surat pernyataan dari dokter kepada Om Indra. “ Masya Allah !! Tapi Van, kenapa Dilla nggak pernah cerita sama Om dan Tante ??”“ Itu karna Om dan Tante hanya sibuk dengan diri kalian sendiri dan nggak pernah merhatiin Dilla,yang sebenernya Dilla itu sangat sangat membutuhkan yang namanya perhatian dari Mama Papanya,”“ Kurang perhatian bagaimana maksudnya? Semua kebutuhan hidup Dilla sudah kami penuhi segala kemauannya sudah kami berikan,apalagi coba yang kurang ?” bela Tante Vina.“ Semuanya nggak cuma membutuhkan materi. Dilla kurang kasih sayang Tante,Kasih sayang . . .”Sebelum Vanya menyelesaikan ucapannya tiba-tiba dokter yang menangani Dilla keluar dan . . . “ Sebelumnya saya minta maaf yang sebesar besarnya,saya dan tim dokter lainnya sudah bekerja dengan semaksimal mungkin,tapi kami bukanlah Tuhan yang bisa mengubah jalan hidup seseorang,maaf, anak ibu dan bapak tidak bisa kami selamatkan. . .” “ Dilla . . . . Nggak ini nggak mungkin Dok,nggak mungkin . . .” vanya berlinang air mata ..“ Dok kenapa Anda nggak bisa nyelametin Dilla Dok kenapaaa . . . ???”“ Maaf mbak, teman mbak kondisinya sudah sangat kritis,dan sel kanker tersebut telah menyebar keseluruh tubuhnya. . Tubuhnya sudah tidak bisa lagi bertahan . . sekali lagi kami minta maaf . .” ucap sang dokter sambil berlalu meninggalkan Vanya. Vanya lalu menyusul orang tua Dilla ke ruang UGD. “ Dil,kenapa sich Lo cepet banget tinggalin gue? Kita nggak boleh pisah Dil,nggak boleh,” Vanya menangis sambil menciumi jenazah Dilla.“ Udahlah Van,kita harus relain kepergian Dilla . . .” Tante Vina mencoba menenangkan Vanya." Udahlah Van,sekarang kita keluar ya . . biar Dilla diurusi sama petugas . . " tambah Om Indra sambil menuntun Vanya Keluar ruangan. Setelah keluar dari ruangan itu Vanya langsung menelepon Bundanya. Selama jenazah Dilla disemayamkan dirumah Dilla,Vanya tak pernah beranjak sedikitpun dari sisi Dilla. Tak henti hentinya Vanya melantunkan ayat ayat suci Al-Qur'an untuk mengiringi kepergian Dilla. Keesokan harinya di pemakaman Dilla . . . Seusai jenazah Dilla dimakamkan Vanya hanya menangis sambil memandangi batu nisan Dilla..." Dil,kenapa sih Lo harus ninggain Gue secepat ini? Lo pergi sebelum gue bisa bikin Lo bahagia. Asal Lo tau Dil,di hati gue nggak ada sahabat sebaik Lo,Lo itu sahabat sejati gue,yang selalu bisa nemenin gue dalam suka ataupun duka,Dil,semoga Lo tenang di alam sana. Gue harap,Lo nggak akan lupain gue,karena gua juga nggak akan pernah lupain Lo . .Selamat jalan ya sobat ! !" Vanya lalu beranjak pergi meninggalkan Rumah abadi milik sahabatnya,milik Nadilla Anindya Sari.[jogja 29,12,2010 DIMAS]

arti sahabat...


»

Arti Sahabat

SahabatKalau ada pertanyaan tentang apa sih arti seorang sahabat, coba baca ini :
Kamu tau arti sahabat, apa berbedaanya dengan teman ?
Sahabat adalah orang yang paling dipercaya, yang bisa diajak cerita tentang masalah kita, yang ada di saat kita butuh atau bahkan saat kita tidak butuhpun sahabat ada disamping kita untuk menemani kita. Seorang sahabat sejati sulit sekali untuk kita cari atau kita jumpai, karena mencari sabat sejati itu memang bener-bener sangat sulit.
Teman adalah seseorang yang kita kenal dan seseorang yang bisa kita jumpai disaat tertentu atau tidak selamanya kita jumpai. Mencari teman itu mudah bahkan sangat mudah, kita cuma menemui orang yang tidak kita kenal, lalu mengajaknya kenalan, ketika sudah kenal maka ia sudah bisa kita anggap sebagai teman.

Sahabat adalah seseorang yang kalau kita lagi sedih ia bisa membuat kita tersenyum sementara ketika kita senang dia akan lebih senang dari kita. Yap, rasanya nggak terlalau berlebihan kalau keberadaan seorang sahabat emang sangat istimewa, Ia menjadi zat penting yang memberi warna dalam kehidupan kita. So, punya sahabat bukan lagi sebuah keharusan melainkan kebutuhan, pasti anda setuju bukan? Nah buat kamu yang sampai detik ini belum menemukan seseorang yang cocok intuk menjadikan sahabat, coba deh lebih keras lagi berusaha mencarinya. Punya sahabat itu ga ada ruginya, malah akan lebih banyak rezeki he…, sebab sekali lagi sahabat membuat hari-hari anda akan lebih hidup dan bermakna. Ga percaya, kalo gitu coba deh baca point-point berikut, dijamin kamu akan termotivasi untuk mencari sebanyak-banyaknya. Itu pun kalau kamu bisa menyimaknya bukan sekadang baca doang.
Sahabat itu teman curhat, ngga ada istialh stress ketika dirundung masalah, seberat apapun masalah itu kalau kita punya sahabat. Dalam hal ini sahabat bisa menjadi tempat berbagi cerita, teman curhat, yang nyaman. Kita bisa ngungkapin semua perasaan kita selain kepada keluarga (kalau jauh dari keluarga) atau pacar (sebaiknya jangan) yaitu kepada sahabat kita. Sahabat itu adalah dewa penolong. Butuh bantuan, butuh pertolongan kenapa engga lari ke sahabat. Siapa tau dia bisa bantu, bisa kasih solusi, atau paling tidak sekedar opini. Tapi bukan berarti setiap masalah harus lari ke sahabat, yang paling baik dan utama adalah dengan menyelesaikannya dengan sendiri, baru ke keluarga terus orang terdekat yaitu sahabat dan tidak lupa minta kepada yang di atas. Belajar mandiri ceritanya.
Sahabat itu orang yang yambung diajak ngobrol, enak diajak diskusi, teman berbincang yang menyenangkan dan semua itu akan tercapai manakala kamu bisa saling mengenal kepribadiannnya masing-masing (takut orangnya suka ngomongin rahasia orang, gawat men…), Sahabat itu orang yang dengan kelapangan hatinya bisa mengerti kita, dengan keterbukaan tangannya bisa menerima kita apa adanya, tanpa pernah berusaha mempengaruhi apalagi mengubah keadaan kita.
Sahabat itu cermin bagi diri kita, rujukan tempat kita mengekspresikan diri. Sahabat itu seperti tubuh, bila tubuh kita salah satu sakit, maka yang lain akan merasa sakit. Misalnya kalau kaki kita terantuk batu, pasti dengan mulut refleks akan bilang “aduh”, tangan langsung mengusap dan mengobatinya, tanpa diminta dan tanpa disuruh, begitu juga seorang sahabat dia akan punya kesadaran diri kalau sahabatnya sedang dalam kesulitan, dan itu dilakukan atas dasar keikhlasan bukan paksaan apalagi pamrih, ya seperti tubuh kita yang sakit tadi.
Kalau begitu, siapa sahabat kamu?

Kamis, 16 Desember 2010

new friend in BFF

haha :D 13 desember 2010 , saya sendiri mendengar dari dimas dan aghla kalau ada anak baru di BFF. nama makhluk tersebut adalah Abdul Aziz Asyhari . sebenernya aziz bukan orang asing dalam kehidupan BFF di almanar, toh aziz juga temen sekelasan kita kita. jadi buat bersahabat kenapa engga ? alhasil bff nambah satu orang.

best friend forever, 9 desember 2010

ASAL USUL BFF
BFF adalah sekumpulan 5 orang anak yang tidak sengaja bersatu dalam satu kondisi . BFF sendiri terdiri dari Ayasha Salsabilla Sosiawan, Dimas Nor Ibrahim,  Sarah Fauziah, Muhammad Ziyad Aghla, dan Sayyida Syahla Salsabilla. Pada tanggal 9 desember 2010 tepatnya hari rabu sekolah kami tercinta yang bernama Almanar Azhari sedang mengadakan Field trip di daerah Bogor, Jawa Barat. dimana bus banin ( Cowo ) sama bus banat ( Cewe ) itu dipisah, hanya saja karna disekolah kita lebih banyak laki laki dibandingkan perempuan jadi sisa dr anak cowo tersebut diusingkan di bis anak cewe hahai. alhasil aghla , dimas dan beberapa anak cowo lainnya duduk di tempat paling belakang bis. Nah lain halnya dengan BFF cewe : ayasha, sarah, dan sella yang duduk di bagian hampir belakang bis karena tidak ada sisa tempat duduk -,- jadinya OTOMATIS tempat duduk kita deket sama anak cowo . hem, selama perjalanan di bis kita jarang akur tp seru seruan sih hehe .. dr mulai ngatain nama ortu, rusuh masalah sampah ciki, keberisikan, sella ngoceh dengan logat inggris yang yaaa gitulah haha, dimas sama aghla yang minta minta mp3 ayasha n susah buat ngebalikin mp3nya, bagi bagi makanan haha, sarah yg sabar dengan keadaan padahal dia lg sakit haha, kita juga rusuh masalah AC bis yang terlalu dingin atau salah ngarahin angin -,-, tapi alhasil lama kelamaan sarah juga ikut ngatain dan sehat kembali haha.. sampe akhirnya satu persatu dr kita tidur kecuali dimas. sampe kebangun dan bosen selama perjalanan menuju tajur yang macet -,- akhirnya kita semua ngobrol ... curhat sampe akhirnya nyampe .. setelah itu pas perjalanan pulang dan sudah maghrib kita semua mulai lesu. apalagi kalo nginget bentar lagi kita nyampe ke boarding ...... nah akhirnya kita semua diem, bosen dan ngobrol kembali . didetik detik ini kita mulai curhat lebih mendalam ( jiee lebay ) menceritakan semua pengalaman serta masalah yang juga lg di hadapin waw aw.. akhirnya kita memutuskan untuk membuat suatu perkumpulan dengan nama yang udah ga asing BEST FRIEND FOREVER . sesampai turun dr bis , kita semua memutuskan untuk tidak langsung ke asrama, akhirnya kita semua beli makanan saking lapernya. makanan yang murah tp masi syukur ada makanan begitu .. namanya makanan KuFC hahaha :D akhirnya setelah dr sana kita foto foto.. dan 9 desember 2010 adalah hari awal dr berdirinya Best friend Forever.